Blog

Google Tidak Berencana Menetapkan Backlink Secara Permanan Sebagai Faktor Penilaian

Posted by:

Hal ini dimulai pada sekitar tahun 2014, saat itu matt cutts masih memegang jabatan sebagai “Google’s head of search spam” menjelaskan bagaimana kekuatan dan pengaruh backlink pada SEO website. Isi pernyataan beliau secara garis besar mengungkapkan bahwa yang dinamakan “power of backlink” akan dikurangi secara berkala pada tahun-tahun selanjutnya.

Pengurangan kekuatan backlink tidak lepas dari usaha google untuk “memaksa” para pemilik website mendahulukan kualitas konten dari pada mencari backlink serampangan. Banyak website bertengger di posisi teratas dengan hanya memanfaatkan backlink tanpa memiliki konten “berbobot”. Dijelaskan pada video berikut :

Seperti yang kita ketahui, umumnya orang mencari sesuatu di mesin pencari menginginkan jawaban, pemecahan atas segala masalah. Oleh sebab itu mereka mencari informasi dari internet. Mesin pencari jawabanya, sebagai pintu gerbang mencari deretan konten informasi pemecahan masalah. Jika yang mereka cari sesuai dengan yang didapatkan, tentunya siapapun akan merasa puas.

Sebaliknya, jika yang mereka dapatkan informasi yang tidak jelas, sama sekali tidak menyelesaikan masalah, lalu apa manfaatnya bagi mereka? Mereka mencari website dengan konten terbaik, bukan mencari website dengan backlink terbaik dan terbanyak, setuju?

Sebab dan akibat. Website dengan kotennya, saya misalkan sangat berkualitas. Kemudian perlahan namun pasti bergerak menuju halaman terdepan. Dengan demikian web tersebut banyak dijadikan referensi, backlink pun berdatangan dengan sendirinya. Kemudian, apabila anda penasaran mencari tahu rahasia kesuksesannya, lalu anda melakukan analisis, dengan mudah anda melihat web tersebut memiliki banyak backlink, kemudian anda berasumsi kesuksesan web tersebut berasal dari backlink, yakin? Backlink itu “akibat”, coba perdalam lagi analisisnya sehingga ditemukan “sebabnya”. Sudah terbayang kan?

Backlink Bukan Sesuatu yg Buruk dan Harus Dihilangkan

Ini pernyataan matt cutts sekitar tahun 2013 “Link masih merupakan cara terbaik yang kami temukan untuk menemukan [bagaimana sebuah konten penting dan relevan], dan mungkin dari waktu ke waktu jenis sosial, penulis atau lainnya akan memberi kita lebih banyak informasi tentang itu.”

Saat itu memang google menyatakan bahwa mereka menganggap suatu konten berkualitas didasarkan dari banyaknya orang yang memberikan backlink. Coba anda perhatikan terutama pada kutipan “Link masih merupakan cara terbaik”, pernyataan itu sebagai sinyal bahwa google (pada tahun 2013)  tidak berencana menerapkan secara permanen pengaruh backlink sebagai sesuatu yang sangat penting pada penilaian mereka. klik disini untuk mengetahui konten yang berkualitas

Apakah saat ini dan kedepannya pengaruh backlink masih penting? Pengertian backlink sendiri adalah bagian dari “link building” berupa tautan dari konten website lain menuju ke suatu website / milik anda. Fungsi utama dari backlink ini sebagai rekomendasi bagi pembaca konten (misalnya) untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari website yang dijadikan rujukan.

Seandainya website yang merujuk ramai pengunjungnya, tentu saja akan berbanding lurus dengan website yang dituju, pastinya banyak (beberapa) dari pengunjung website yang ramai meng-klik tautan rujukan tersebut.

SEO “kekinian” adalah yang mengutamakan kualitas, konten terbaik akan dijadikan rujukan banyak website, pengunjung berdatangan dari rujukan, website anda menjadi sibuk trafiknya, google menilai website anda populer, peringkat website anda diangkat. Mekanisme tersebut menunjukan bahwa backlink masih berpengaruh terhadap SEO (sepanjang waktu), akan tetapi tidak secara langsung seperti “pengaruh” terdahulu.

Kebijakan Google Atas Backlink Selalu Disalah Gunakan

Backlink sebagai faktor penilaian merupakan unsur yang sangat masuk akal dalam melihat kualitas suatu website. Semakin banyak backlink yang tertuju ke suatu website, menunjukan website tersebut berkualitas sehingga banyak orang yang merekomendasikannya. Tapi……

Jika tidak disalah gunakan memang tepat untuk dijadikan faktor penilaian, yang menjadi permasalahan adalah jika suatu website kerjaannya hanya mencari backlink, baik itu blogwalking, menanam di social bookmarking, link trading (perdagangan link). Sedangkan kualitas kontennya benar-benar buruk. Terlebih website baru berdiri satu minggu sudah memiliki backlink ribuan, ini sangat tidak masuk akal.

Google Sudah Menerapkan Aturan Spam Backlink

Permasalahan spam yang diakibatkan oleh backlink sangat memprihatinkan pada beberapa tahun kebelakang. Pemilik website, para webmaster berlomba mencari backlink sebanyak-banyaknya daripada memperhatikan isi dari website mereka.

Hal ini pernah saya alami dulu, ketika mencari artikel, kemudian mendapatkan website yang isinya tidak jelas, berisi beberapa kalimat, isinya kebanyakan link menuju halaman lain ditambah popup tidak penting.

Menindak lanjuti keadaan ini, google menanggapinya dengan meluncurkan algoritma (google penguin) yang bertugas melempar website-website spam backlink. Sejak pertama di rilis, google penguin dengan sukses membalikan keadaan, yang tadinya spam backlink bisa mengantarkan website menuju peringkat atas hasil pencarian, kemudian ditendang ke halaman paling belakang (bahkan di hapus dari indeks dan peringkat). Baca selengkapnya artikel jenis2 algoritma google disini.

Hingga saat ini masih saja ada website yang melakukan spam link dengan blogwalking dan sejenisnya, entah apa yang mereka cari, yang jelas cari mati.

Aturan & Algoritma Penguin Masih Saja di Salah Gunakan (Negative SEO)

Bukan manusia namanya jika tidak kreatif, namun yang namanya kreatif itu diperuntukan untuk hal-hal yang positif. Google penguin dengan kemampuannya menghukum website-website yang melakukan spam backlink dimanfaatkan oleh sebagian seorang seo, beberapa saja.

Dinamakan Negative Seo, mereka melakukan praktek yang merugikan website dengan memasang spam backlink tertuju ke website tertentu. Biasanya mereka melakukannya untuk menjatuhkan website yang dianggap pesaing, tujuannya agar terkena penalti google.

Sebenarnya pihak google sendiri menyatakan bahwa mereka bisa mendeteksi masalah backlink yang ditanam oleh “seo nakal” (tidak sepenuhnya). Lebih dari itu mereka juga menyediakan fasilitas “disavow link” berfungsi untuk memutus “rantai” tautan-tautan yang berkualitas buruk (tidak diinginkan).

Akibat dari negative SEO bisa sangat fatal, mengakibatkan lumpuhnya pendapatan (income) suatu website. Seorang SEO yang menangani hal ini harus melakukan disavow link, dengan menganalisanya terlebih dahulu.

Seandainya hanya sedikit tidak menjadi masalah, lain halnya jika ribuan jumlahnya. Cara memeriksa tautan menuju situs anda juga fasilitas disavow link ada pada akun google webmaster, pelajari disini.

Perhatikan Setiap Perubahan Gambaran Kebijakan Pengaruh Backlink Kedepannya

Dapat diambil kesepakatan bahwa backlink tetap berpengaruh dan sangat penting kedudukannya terhadap SEO, namun secara “tidak langsung”. Pengaruh secara langsung sebenarnya bisa diprediksi dengan melihat “sepak terjang” google dalam menanggapi permasalah terkait SEO. Beberapa point penting yang dapat diambil adalah sebagai berikut :

  • Pernyataan google tidak pernah menegaskan bahwa selamanya secara permanen menetapkan pengaruh backlink sebagai penilaian mereka.
  • Sebagian besar website yang lebih terfokus membangun backlink daripada konten ujungnya mendapat “hadiah” hukuman dari google, karena keberhasilan SEO dari backlink bersifat sementara “trend”.
  • Backlink selalu di salah gunakan “abuse” sehingga ujung-ujungnya mengacaukan hasil pencarian.
  • Algoritma google penguin sebagai algojo spam backlink malah menjadi senjata andalan “negative SEO” untuk menjatuhkan website pesaing.
  • Semua update, kebijakan dan kampanye google selalu menitik beratkan pada konten, baik itu struktur, kualitas hingga kecepatan.
  • Dasar penentu kebijakan google adalah kenyamanan pengguna internet, sehingga mereka terfokus memberikan yang terbaik bagi pengunjung website dan seakan-akan memaksa pemilik website untuk memberikan yang terbaik bagi pengunjung.

Dengan demikian anda pastinya bisa cerdas menanggapinya, dengan mulai beralih lebih memperhatikan konten (content is the king) daripada backlink. Backlink itu terbentuk dengan sendirinya jika konten yang anda buat memiliki nilai serta bermanfaat. Melakukan SEO yang benar serta menggunakan konsep pemasaran digital untuk memperoleh popularitas. Setidaknya seperti itulah gambaran SEO untuk kedepannya.


Web Design | SEO | Digital Marketing
Jl Dieng IV no 27 cimahi selatan, kota Cimahi 40534
(022)54418169 – 08893612887 (WA) – D6476796 (BBM)
info@thidiweb.com.



2
  Artikel Terkait

Comments

  1. portal-ilmu.com  Juli 21, 2017

    jujur saya baru dengar istilah disavow link, hanya saja web besar seperti wikipedia diberikan backlink dalam jumlah tapi tidak down atau terkena punishment dari google. apa mungkin wikipedia juga memakai disavow link?

    reply
    • thidi  Juli 21, 2017

      ini masalah trust gan…jika web sudah dipercaya oleh pengguna internet…google ga bisa macam2…kalo agan sering membaca diskusi komunitas SEO luar pasti pernah baca istilah “trusted site never penalize by google”…

      reply

Beri Komentar Anda ...

  • Beranda
  • Tentang kami
  • Harga Website
  • Harga SEO
  • FAQ
  • Portofolio Website
  • Kontak kami
  • Optimasi & SEO