Google dan Mesin Pencari Menerapkan Metode LSI Untuk Menilai Website

Latent Semantic Indexing (LSI) adalah metode matematis yang digunakan untuk menentukan hubungan antara istilah dan konsep dalam konten. Isi halaman web yang dijelajahi (crawling) oleh mesin pencari, kemudian dicari hubungannya, kata-kata yang paling umum dan frase yang dikumpulkan dan diidentifikasi sebagai kata kunci untuk halaman.

LSI mencari sinonim terkait dengan judul halaman website. Sebagai contoh, jika judul halaman anda adalah “sepak bola”, mesin pencari akan berharap untuk menemukan kata-kata yang berkaitan dengan subjek tersebut. Misalnya : “kiper terbaik, “striker tersubur, “olah raga terpopuler”, “liga italia”, “lapangan bola”, “piala dunia 2018” dsb.

Saat ini dan kedepannya google menerapkan LSI, sebaiknya anda jangan terlalu sering menerapkan kata kunci pada konten. Riset keyword tetap penting, namun digunakan untuk tema konten, selebihnya gunakan sinonim dan variasi lainnya.

Jangan Terlalu Fokus Terhadap Keyword, Isi Konten Juga Sangat Penting

Strategi SEO selalu dikaitkan dengan hal terpenting ditempatkan pada judul halaman dan kata-kata terbungkus dalam tag pos (judul dan sub judul), terutama tag H1. Kata dan frasa dalam konten yang tebal (bold) atau dicetak miring juga diberikan kepentingan yang lebih besar. Selain itu, Anda harus menyadari penggunaan dan pentingnya LSI, karena mempengaruhi apa kata kunci website anda serta diperuntukan untuk peringkat mengenai apa.

Hal ini sangat penting untuk anda pahami,  jika halaman anda berisi sinonim (beda kata satu makna). Mesin pencari mengakui bahwa halaman anda sebenarnya tentang judul subjek. Mesin pencari akan menempatkan perhatian (prioritas) yang lebih besar pada halaman. Anda mungkin sudah menggunakan teknik kata kunci yang baik hingga menambahkan kata kunci sekunder (kata kunci ke dua, selain kata kunci utama) beberapa ke dalam konten. Selain hal yang telah disebutkan, sebaiknya isi konten juga harus penuh dengan sinonim juga variasi lainnya untuk meyakinkan “spider” mesin pencari.

Sikap Mesin Pencari Terhadap “Keyword Stuffing”

Keyword stuffing sendiri adalah keyword yang anda bidik kemudian diletakan di judul, tag h1, deskripsi meta kemudian diulang-ulang secara acak pada isi konten. Jika anda membaca misalnya artikel dengan keyword stuffing tentunya akan tidak enak dibaca. Kata kunci yang diulang-ulang hingga ratusan kali terlebih menyebabkan anda bingung, kurang memahami isi dari konten yang anda baca.

Mesin pencari, seperti Google, menghargai konten yang baik. Mereka mendorong anda juga pemilik website lainnya untuk menciptakan konten yang berkualitas, kira-kira seperti ini. Konten yang baik bertujuan membantu menjaga daftar peringkat tinggi yang relevan. Meskipun menghasilkan konten yang baik tidak akan menjamin bertengger pada peringkat halaman pertama, namun setidaknya bisa meningkatkan kualitas skor website anda. Kemudian suatu saat bisa saja bergerak naik ke posisi yang anda idamkan.

Kapan Anda Harus Memikirkan Penerapan LSI Pada Konten?

Jika anda tidak menganggap penting, website milik anda untuk bertengger di halaman satu mesin pencari, maka jangan hiraukan LSI, buatlah konten sesuka anda meskipun minimalis. Sebaliknya jika anda menganggap merasa sangat penting berada di halaman pertama, terlebih peringkat pertama, seharusnya penerpan LSI menjadi perhatian.

Penerapan Latent Semantic Indexing merupakan hal yang sangat positif. Fungsinya akan membuat konten website menjadi relevan bagi pengunjung. Dengan demikian semua pihak baik itu pengunjung, anda sebagai pembuat konten serta mesin pencari sangat diuntungkan dengan apa yang dinamakan LSI.

Biasakan Membuat Konten Menggunakan Latent Semantic Indexing LSI

Latent Semantic Indexing bukan suatu cara singkat dan cepat mendapatkan hasil terbaik pada peringkat mesin pencari. LSI adalah cara yang masuk akal tentang menciptakan konten berkualitas. Berikut adalah beberapa panduan sederhana mengenai LSI.

  • Jika judul halaman Anda Belajar SEO, pastikan artikel Anda adalah tentang SEO.
  • Jangan terlalu sering menggunakan kata kunci dalam konten (keyword stuffing). Hal Ini menyebabkan konten anda terlihat seperti “isian” kata kunci akibatnya mesin pencari menerapkan “red flag” terhadap konten anda.
  • Jangan pernah menggunakan software (program) penulisan artikel / konten. Hal seperti ini akan menyebabkan konten anda terbaca aneh serta sulit dipahami.
  • Jika anda membutuhkan sumber website lain pada istilah yang tidak lazim (outbound link), maka pilihlah sumber yang berkualitas. Pelajari tentang link building disini.
  • Periksa Google Webmaster Tools untuk melihat posisi, kinerja dan keberhasilan kata kunci halaman anda khususnya mengenai impresi dan klik, perbandingan jumlah muncul dan di klik. Klik disini untuk mempelajari google webmaster tools.

Latent Semantic Indexing bukan trik aneh SEO. Anda harus berfikir saat menambahkan konten ke halaman web, namun jangan terlalu dikhawatirkan mengenai hal ini, semakin lama akan terbiasa meskipun sulit pada awalnya. Point yang terpenting adalah jika anda memberikan sesuatu yang berkualitas, konten yang relevan, maka anda tidak perlu khawatir konten anda terkena dampak pukulan algoritma mesin pencari, google.


Web Design | SEO | Digital Marketing
Jl Dieng IV no 27 cimahi selatan, kota Cimahi 40534
(022)54418169 – 08893612887 (WA) – D6476796 (BBM)
[email protected]


 

Beri Komentar Anda ...