3 Jenis Pengalihan (Redirect) yang Sering Digunakan Dalam SEO

Ada suatu kondisi dimana menuntut anda untuk mengalihkan suatu halaman ke halaman lainnya, baik dalam satu website maupun ke website lainnya. Jenis redirect url terdiri dari beberapa macam, berdasarkan alasannya yang bermacam-macam, bisa itu bersifat sementara karena halaman yang dimaksud dalam proses perbaikan hingga permanen memindahkan semua isi website ke domain baru. Istilah redirect adalah hal untuk melakukan semua kegiatan yang dimaksudkan tadi.

Jenis Redirect 301 Permanen

URL Redirect 301 adalah jenis redirect permanen yang biasanya digunakan untuk mengarahkan beberapa atau semua isi domain lama ke domain baru (bisa juga halaman dalam satu website), dalam rangka perpindahan website (migrasi). Selain mengalihkan pengunjung, metode redirect 301 merupakan cara paling tepat untuk memberi tahu mesin pencari. Karena manfaatnya, redirect 301 sering disebut redirect SEO frindly.

301 sangat berguna dalam situasi sebagai berikut

  • Memindahkan nama website (domain) dengan resiko sekecil mungkin kehilangan pengunjung dan kepercayaan mesin pencari.
  • Menginginkan url terpusat. Setiap website memiliki berbagai macam versi, contohnya versi https://thidiweb.com dan http://www.thidiweb.com. Dari ke dua versi url tersebut anda harus memilih salah satu (preference domain).
  • Memiliki 2 website yang berbeda, namun ada kondisi dimana satu halaman sama, kemudian anda menginginkan salah satunya untuk dikunjungi visitor.

Mesin pencari memerlukan waktu tidak singkat untuk mengenali redirect 301 (menganggap bahwa situs baru anda merupakan perpindahan dari situs lama). Lamanya proses tergantung berapa sering bot / spider merayapi website anda, juga jika redirect tidak terkonfigurasi dengan benar. Untuk memahami bagaimana mesin pencari merayapi halaman web maka klik disini untuk membacanya.

Cara Menggunakan Redirect 301

Cara menggunakan redirect 301 terbagi menjadi 2, redirect didalam website itu sendiri dan menuju website lain (untuk perpindahan domain misalnya).

Redirect Versi Domain WWW dan Non WWW

  • Untuk website berbasis cms wordpress (misalnya) pengalihan versi www ke non www dan sebaliknya sudah otomatis teralihkan, anda hanya perlu mengaturnya di pegaturan >>> umum dan tulis versi domain yang anda inginkan.
  • Anda bisa menggunakan file .htaccess yang terdapat di cpanel. Tulis kode di bawah ini dengan mengganti “domainwebsite” dengan nama domain website anda pada htacess.

#Redirect ke  www:
RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domainwebsite.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://www.domainwebsite.com/$1 [L,R=301,NC]

#Redirect ke non-www:
RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www\.domainwebsite\.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://domainwebsite.com/$1 [L,R=301]

Redirect Menuju Domain Baru (Website Lain)

Untuk mengurangi dampak buruk perpindahan domain, misal kehilangan visitor juga masalah reputasi website anda dimata google, maka setidaknya diperlukan 2 langkah melakukan redirect 301.

Langkah 1 memasang redirect pada website. hal ini dapat dilakukan dengan 2 cara.

  • Menggunakan Plugin (Cms WordPress) => WordPress memiliki berbagai plugin untuk menangani masalah redirect, salah satunya adalah plugin redirection (paling populer). Selain plugin redirection anda juga bisa menggunakan plugin lainnya yang sejenis. Cara menggunakannya sama sekali tidak susah, anda hanya memasukan url asal pada kolom dan url tujuan pada kolom selanjutnya, kemudian tentukan jenis redirectnya (tentukan 301).
  • Secara manual dengan mengakses file .htacess. Cara ini tidak jauh berbeda dengan cara redirect versi www dan non www.

#Redirect ke domain baru
RewriteEngine on
RewriteRule ^(.*)$ http://www.websitebaru.COM/$1 [R=301,L]

Langkah 2 Memberitahu Mesin Pencari (Google)

Sebelum melakukan tahapan memberitahu google, tentu saja anda wajib memilikiakun webmaster, untuk membuat dan mengintegrasikan dengan website anda klik disini.

  • Tahap pertama setelah meng-klik properti web milik anda adalah memilih “change of address” sesuai gambar.
  • Memasukan nama domain tujuan (domain baru) redirect 301. Harap diperhatikan jika pengaturan redirect pada langkah 1 (memasang redirect pada website) tidak terkonfigurasi dengan benar maka pilihan ke bawahnya tidak tersedia.
  • Tahap terakhir adalah redirect 301 sudah selesai. Perlu diingat (sudah dijelaskan sebelumnya) bahwa proses redirect ini tidak berlangsung dalam waktu singkat (bahkan bisa berbulan2), yang anda bisa lakukan beraktivitas seperti biasa dan biarkan suatu saat proses selesai dengan sempurna. Selain itu ada pilihan withdrawl yang berfungsi jika anda memutuskan batal untuk me-redirect domain.

Untuk memperlancar serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya struktur website baru anda sama persis dengan website lama.

Jenis Redirect 302 Temporary (Sementara)

Pengalihan (redirect) 302 Found adalah jenis pengalihan tertuju ke alamat url lain yang bersifat sementara. Mesin pencari akan mengindeks url asli dan bukan url tujuan, sehingga dalam hasil pencarian tetap menampilkan url asli. Tidak berbeda dengan 301, redirect 302 juga berlaku untuk halaman dalam satu website atau dengan website lainnya (berbeda).

302 Berguna Pada Situasi Sebagai Berikut

  • Ketika halaman A sedang dipelihara, untuk sementara anda mengalihkan pengunjung ke halaman B.
  • Anda menginginkan halaman A tetap di indeks tapi menginginkan pengunjung mengunjungi halaman lainnya. Misalnya anda mempunyai halaman “model-model kaos terbaru”. Kemudian anda mempunyai produk model kaos yang benar2 terbaru, atas alasan tertentu anda membuat halaman khusus untuk yang terbaru ini. Dikarenakan halaman “model-model kaos terbaru” banyak dikunjungi, maka ide yang baik jika anda mengalihkan semua pengunjung ke halaman model produk kaos yang benar2 baru.
  • Anda mempromosikan lank ke url A sebagai landing page, sedangkan kontennya yang menurut anda benar2 bisa menghasilkan konversi rupiah ada di halaman B.

Cara Menggunakan Redirect 302

Untuk memasang redirect 302 pada website dapat dilakukan dengan mudah menggunakan plugin redirect (khusus wordpress) yang caranya sudah dijelaskan pada redirect 301. Cara lainnya bisa menggunakan .htacess, misal anda akan me-redirect halaman “http://entogsuper.com/cara-terbang” ke “http://itikturbo.com/cara-hiber”.

redirect 302 /cara-terbang/ http://itikturbo.com/cara-hiber/

Url Frame (Url Masking – Cloacking)

URL Frame (dikenal juga sebagai URL masking atau URL cloaking) mirip dengan pengalihan url (redirect). Cloacking tidak bisa sepenuhnya disebut pengalihan, hal ini diseabkan hanya mengalihkan konten web saja. Maksudnya begini, url yang di masking pada 2 website isi dan tata letaknya akan sama persis. Kesamaan diakibatkan kedua website tersebut memang sebenarnya adalah hanya satu, yang berbeda hanya nama domainnya saja, misal domain A dan B.

Sebagai contoh. jika anda mencari jasa pembuatan website murah, kemudian menemukan thidiweb dan bandungweb dihasil pencarian (urlnya https://thidiweb.com dan http://bandungweb.com). Bisa saja anda mengklik thidiweb yang kemudian mengantarkan anda ke halaman (home page) https://thidiweb.com. Kemudian anda merasa perlu mencari referensi lain, selanjutnya memilih halaman bandungweb, tapi ternyata isi halamannya sama persis dengan web sebelumnya. Kesamaan kedua web tersebut disebabkan karena bandungweb merupakan cloacking dari thidiweb yang sebenarnya kedua website tersebut adalah satu.

Kekurangan Url Masking

  • Cloacking sangat jelek untuk SEO => Kedua domain (misal thidiweb dan bandungweb) akan dikenali mesin pencari sebagai duplikat. Mesin pencari akan memilih salah satu untuk ditonjolkan di halaman depan, sedangkan yang lainnya entah dimana. Tidak begitu menjadi masalah jika yang di kedepankan adalah domain utama (thidiweb), yang menjadi masalah jika yang dikedepankan adalah web lainnya (bandungweb).
  • Tidak semua server (hosting) memperbolehkan cloacking.

Cloacking sering digunakan untuk afiliasi, dengan memiliki banyak domain memungkinkan yang menjadi afiliasi website anda bisa memiliki nama domainnya sendiri yang terlihat seolah-olah terpisah dari web utama.

Cara Menggunakan Url Masking Cloacking

Pertama, buat sebuah file bernama index.html atau index.php, file ini nanti bisa ditaruh di root atau di taruh di dalam sub domain atau sub folder pada hosting http://domainweb.com milik anda. Kemudian paste kode di bawah ini ke file index yang sudah anda buat tersebut :

<html>

<head>

<title>Judul website yang anda suka</title>

<meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=iso-8859-1″>

<script language=”JavaScript”>

if(top.frames.length > 0)

top.location.href=self.location;

</script>
<link rel=”shortcut icon” href=”masukkan url gambar pavicon utk icon web anda” >
</head>

<frameset frameborder=”NO” border=”0″ framespacing=”0″>

<frame name=”main_frame” src=”masukkan url tujuan yg akan di masking (http://www.domain-induk.com/?url) disini“>

</frameset>

<noframes>

<body bgcolor=”#FFFFFF” text=”#000000″>

</body>

</noframes>

</html>

Selain menggunkan kode html, sebagian server hosting mempunyai pengaturan untuk memfasilitasi kliennya membuat url masking.

Jenis Redirect Lainnya, Gunakan Dengan Tepat

Terdapat beberapa jenis redirect (pengalihan) lainnya pada kode http, misalnya redirect 300, 303 hingga 307. Silahkan anda pelajari selengkapnya disini. Pada penggunaannya secara umum, kode http redirect 301 dan 302 yang paling sering digunakan. Harap dicatat, jika digunakan secara tepat akan berdampak baik untuk SEO website anda, sebaliknya jika salah menggunakannya akan berdampak sebaliknya.

Dengan mengetahui fungsi, kegunaan dan cara memasangnya, redirect sangat baik untuk mendukung anda terhadap pengelolaan website beserta konten didalamnya.


Web Design | SEO | Digital Marketing
Jl Dieng IV no 27 cimahi selatan, kota Cimahi 40534
(022)54418169 – 08893612887 (WA) – D6476796 (BBM)
[email protected]


Beri Komentar Anda ...