Blog

Berbagai Unsur Penentu Harga Pokok Produksi Barang dan Jasa

Posted by:

Menghitung hpp (harga pokok penjualan) bagi setiap perusahaan merupakan suatu keharusan. Misalnya sebagai pemilik usaha, tentu saja anda menginginkan laba dari setiap produk yang anda jual, baik itu berbentuk barang maupun jasa. Sebenarnya bukan hanya penting bagi pemilik perusahaan, jika anda berposisi sebagai “karyawan vital” pada manajemen perusahaan maka wajib mengetahui cara menentukan harga pokok penjualan ini. Sebelum membaca lebih lanjut setidaknya dapat dipahami bahwa harga pokok merupakan harga tanpa laba atau bisa disebut juga akumulasi dari semua biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan suatu produk.

Sebenarnya Apa yang Dimaksud dengan HPP?

yang dimaksud hpp

Harga pokok penjualan atau HPP adalah istilah yang digunakan pada akuntansi keuangan dan pajak untuk menggambarkan biaya langsung yang timbul dari barang yang diproduksi dan dijual dalam kegiatan bisnis. Ini termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead dan tidak termasuk periode (operasi) biaya seperti penjualan, iklan atau riset dan pengembangan. HPP muncul pada laporan laba rugi sebagai komponen utama dari biaya operasi. HPP juga disebut sebagai biaya penjualan.

Banyak ahli yang menjelaskan harga pokok produksi tersebut dengan definisi yang sama sekali berbeda. Selain pendekatan yang dilakukan oleh para ahli tersebut berbeda juga metode dalam mengartikan harga pokok produksi tersebut juga sangat berbeda, namun pada intinya ada kesamaan bahwa apapun metodenya bahwa hpp merupakan harga barang sebelum laba. Berikut adalah beberapa ahli yang menjelaskan harga pokok produksi:

Supriyono (2000:288)

“Harga pokok produksi adalah elemen biaya yang diproduksi baik tetap (fix Cost) maupun variabel (Variable Cost)”. Beliau menjelaskan dengan simple, pokoknya semua unsur biaya yang melekat pada produksi barang tidak memandang biaya tersebut biaya tetap ataupun variabel yang cenderung naik turun sesuai dengan kapasitas barang yang diproduksi.

Bastian Bustami dan Nurlela (2010:49)

“Harga pokok produksi adalah kumpulan biaya produksi dalam proses awal dan dikurangi persedian produk dalam proses akhir. Harga pokok produksi terikat pada periode waktu tertentu. Harga pokok produksi akan sama dengan biaya produksi apabila tidak ada persediaan produk dalam proses awal dan akhir”. Dalam definisi ini Bastian Bustami dan Nurlela menjelaskan bahwa harga pokok produksi berbeda dengan biaya produksi. Namun jika persediaan awal dan persediaan akhirnya tidak ada maka kedua unsur biaya ini adalah sama.

T. Horngren (2008)

“Harga pokok produksi adalah biaya barang yang dibeli untuk diproses sampai selesai, baik sebelum maupun selama periode akuntansi berjalan”. Dalam pengertian ini Horngren menjelaskan semua biaya yang melekat dalam produksi barang akan diakui sebagai harga pokok produksi meskipun biaya tersebut muncul sebelum periode akuntansi berjalan.

Mursyidi (2010)

“Harga pokok produksi adalah biaya yang telah terjadi yang dibebankan / dikurangkan dari penghasilan “. Hal ini menjelaskan jika semua beban yang dikurangkan dari omset atau penjualan kotor merupakan harga pokok produksi. jadi teori ini jelas menyebutkan bahwa jika cara menghitung laba kotor dengan mengurangkan omset dengan harga pokok produksi.

Komponen dalam Menentukan HPP

unsur hpp

Yang dimaksud dengan komponen dalam menentukan hpp adalah apa saja yang diperhitungkan sehingga terbentuk apa yang dinamakan hpp. Adapun Harga Pokok Penjualan mempunyai beberapa komponen diantaranya :

  • Persediaan Awal Barang Dagangan =>Persediaan awal barang dagangan adalah persediaan barang dagangan yang sudah tersedia pada awal periode tahun buku berjalan. Saldo persediaan awal barang dagangan bisa dilihat pada neraca saldo periode berjalan atau pada neraca awal perusahaan atau neraca tahun sebelumnya.
  • Persediaan Akhir Barang Dagangan =>Persediaan akhir barang dagangan adalah persediaan barang dagangan yang tersedia di akhir periode tahun buku berjalan. Saldo persediaan ini bisa diketahui pada data penyesuaian perusahaan pada akhir periode.
  • Pembelian bersih =>Pembelian bersih adalah seluruh pembelian barang dagang, baik pembelian secara tunai maupun pembelian secara kredit yang dilakukan perusahaan, ditambah lagi dengan biaya angkut pembelian, serta dikurangi dengan potongan pembelian dan retur pembelian yang terjadi.

Manfaat Menentukan dan Menghitung HPP

manfaat hpp

Manfaat menentukan hpp sebenarnya sudah bisa anda bayangkan, yaitu untuk mengetahui harga dasar setiap barang yang akan dijual, kemudian sebagai landasan dalam menentukan labanya.

  • Sebagai patokan untuk menentukan harga jual => Sebelum menentukan harga jual pastinya baik anda atau perusahaan manapun membutuhkan patokan sehingga tidak asal-asalan dalam menentukan harga jual suatu produk.
  • Untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan => Semua usaha pastinya tidak ingin rugi (perusahaan dasarnya ingin mencari laba sebesar-besarnya dengan pengeluaran sekecil-kecilnya. Oleh karena itu HPP bisa dijadikan dasar untuk melakukan markup terhadap harga penjualan dalam rangka memperoleh laba yang diinginkan.

Bagaimana Cara Menghitung HPP dan Kaitannya dengan Rugi Laba Perusahaan?

cara menghitung hpp

Sebenarnya rumus menghitung hpp tidak sulit, namun anda harus benar-benar mengerti bagaimana menghitung setiap komponen pada harga pokok produksi. Selain itu dikarenakan HPP ini erat kaitannya dengan laba dan rugi perusahaan maka anda wajib juga untuk mengetahui perhitungannya.

Pertama-tama Anda Harus Mengetahui Pembelian Bersih

Pembelian bersih adalah sebagai salah satu unsur dalam menghitung harga pokok penjualan, dimana semua pembelian “resource” atau sumberdaya diakumulasikan, termasuk biaya pada prosesnya. Unsur-unsur untuk menghitung pembelian bersih terdiri dari:

  • pembelian kotor.
  • biaya angkut pembelian.
  • retur pembelian dan pengurangan harga.
  • retur pembelian.
  • potongan pembelian.

Untuk menghitung pembelian bersih dapat dirumuskan sebagai berikut :

Pembelian bersih = pembelian + biaya angkut pembelian – retur pembelian – potongan pembelian.

Kemudian Menghitung Persediaan Barang

Persediaan barang secara umum menunjukan berapa jumlah barang yang tersedia untuk kemudian dijual. Adapun unsur-unsur dalam menentukan persediaan barang adalah sebagai berikut :

  • persediaan awal.
  • pembelian bersih.

Untuk menghitung persediaan barang dapat ditentukan dengan menghitung persamaan sebagai berikut :

Persediaan Barang = Persediaan Awal + Pembelian Bersih

Menghitung HPP Berdasarkan Persediaan Barang Dikurangi Persediaan Akhir

Harga pokok produksi dapat dihitung dari persediaan barang yang siap dijual dan persediaan akhir. Persediaan akhir ini merupakan jumlah barang yang dimiliki oleh perusahaan pada akhirtahun fiskal (berjalan). Adapun unsur-unsur dalam menentukan HPP adalah sebagai berikut :

  • persediaan barang.
  • persediaan akhir.

Untuk menghitung HPP barang dapat ditentukan dengan menghitung persamaan sebagai berikut :

Harga Pokok Penjualan = Persediaan Barang – Persediaan Akhir

Untuk contoh menghitung HPP kurang lebih sebagai berikut :

Persediaan barang dagang (Awal) 13.000.000
Pembelian 73.000.000
Beban Angkut Pembelian 2.000.000
Total Pembelian 75.000.000
Retur Pembelian dan PH 2.500.000
Potongan Pembelian 3.500.000
Total Potongan Pembelian 6.000.000
Total Pembelian Bersih 81.000.000
Barang Tersedia untuk Dijual 94.000.000
Persediaan Barang Dagangan (akhir) (13.500.000)
Harga Pokok Penjualan 80.500.000

 

Fungsi HPP untuk Mengetahui Laba dan Rugi Perusahaan

hpp untuk menghitung rugi laba perusahaan

Apapun itu fungsi dari Harga Pokok Produksi berguna untuk menghitung berapa laba perusahaan (atau malah rugi). Laba dan rugi merupakan selisih antara penjualan bersih dikurangi HPP yang sudah dijelaskan diatas. Dengan demikian sebelum mengetahui laba dan rugi perusahaan maka anda  terlebih dahulu harus mengetahui jumlah penjualan bersihnya.

Menghitung Penjualan Bersih Untuk Menghitung Rugi dan Laba

Penjualan dalam perusahaan dagang sebagai salah satu unsur dari pendapatan Perusahaan. Unsur-unsur dalam penjualan bersih terdiri dari :

  • penjualan kotor.
  • retur penjualan.
  • potongan penjualan.
  • penjualan bersih.

Untuk mencari penjualan besih adalah sebagai berikut :

Penjualan bersih = penjualan kotor – retur penjualan – potongan penjualan

Contohnya :

Diketahui penjualan Rp. 30.000.000,-

Retur penjualan Rp. 500.000,-

Potongan penjualan Rp. 200.000,-

Penjulan bersih = Rp. 30.000.000,- – Rp. 500.000,- – Rp. 200.000,- = Rp. 29.300.000,-

Menghitung Laba dan Rugi Berdasarkan Penjualan Bersih dan HPP

Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan sumber pendapatan dan beban suatu perusahaan (dagang) selama periode berjalan.

Untuk Menghitung laba rugi perusahaan adalah:

Laba bersih = laba kotor – beban usaha

Beban uasaha dalam perusahaan dagang ada dua kelompok.

  1. Beban penjualan ialah biaya yang langsung dengan penjualan.
  2. Beban administrasi/umum ialah biaya-biaya yang tidak langsung dengan penjualan.

Untuk menghitung laba kotor adalah:

Laba kotor = penjualan bersih – harga pokok penjualan


Web Design | SEO | Digital Marketing
Jl Dieng IV no 27 cimahi selatan, kota Cimahi 40534
(022)54418169 – 08893612887 (WA) – D6476796 (BBM)

info@thidiweb.com.



0
  Artikel Terkait

Beri Komentar Anda ...

  • Beranda
  • Tentang kami
  • Harga Website
  • FAQ
  • Portofolio Website
  • Kontak kami
  • Ilmu pemasaran
  • Umum