Blog

Pemahaman Teori Ekonomi Mikro Pada Analisis dan Cakupannya

Posted by:

Ekonomi mikro adalah bagian atau cabang ilmu ekonomi yang mempelajari kegiatan ekonomi (produksi, konsumsi, distribusi) terdiri dari rumah tangga konsumsi (individu) dan rumah tangga produsen (perusahaan). Adapun pengertian dan arti kata mikro sendiri bermakna kecil, sempit, tipis. Berarti ekonomi mikro adalah ilmu ekonomi dilihat dari sudut pandang yang lebih sempit.  Ekonomi mikro merupakan kegiatan perekonomian yang mempelajari hanya pada bagian kecilnya, artinya bagian kecilnya yaitu seperti perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan.

Pada aspek analisis pemahaman yang sebenarnya pada mikro ekonomi meliputi hal-hal berikut, yang akan di jelaskan satu persatu agar anda memahami apa yang dinamakan cabang ilmu ekonomi yang satu ini.

  • Analisis biaya pada ekonomi mikro dan manfaat.
  • Teori dan hukum permintaan dan penawaran.
  • Elastisitas permintaan dan penawaran terhadap harga.
  • Pengertian dan jenis model pasar
  • Industri
  • Teori produksi
  • Teori harga

Pahami Tentang Ilmu Ekonomi Disini

Pada perkembangan ekonomi mikro yang kini telah melahirkan beragam teori dan konsep mengenai ekonomi regional, ekonomi manajerial, ekonomi lingkungan, dan ekonomi sumber daya alam.

Analisis Biaya Pada Ekonomi Mikro dan Manfaatnya

analisis biaya teori ekonomi mikro

Sebenarnya anda sudah memahami bahwa yang dinamakan biaya adalah beban. Namun dalam teori ekonomi dijabarkan pengertian biaya produksi. Pengertian biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang dan jasa.

Dua Jenis Biaya Produksi

Pada perusahaan terkait dalam kegiatan produksinya dikenal dengan adanya dua jenis biaya, biaya yang terlihat dan tidak terlihat.

  • Biaya eksplisit adalah pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan perusahaan, termasuk juga tenaga kerja. Biaya ini bersifat terlihat.
  • Biaya implisit adalah perkiraan pengeluaran (biaya) atas faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri, misalnya biaya penyusutan dan perawatan mesin produksi. Sifat dari biaya ini tidak terlihat, karena tidak pasti berapa penyusutan yang sebenarnya (namun bisa diperkirakan).

Macam-Macam Biaya yang Harus Dikeluarkan Perusahaan

Untuk apa saja biaya dikeluarkan oleh perusahaan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut sebenarnya mudah. Biaya (beban) yang dikeluarkan perusahaan adalah untuk memastikannya agar tetap beroprasi . Adapun macam-macam pengalokasian biayanya adalah sebagai berikut :

  • Biaya produksi => Biaya yang berhubungan langsung dengan produksi produk tertentu. Biaya produksi terdiri atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik (biaya produksi yang tidak masuk dalam biaya bahan baku maupun biaya tenaga kerja langsung).
  • Biaya administrasi => Biaya yang terjadi dalam rangka pengarahan, pengendalian, dan pengoperasian perusahaan.
  • Biaya pemasaran => Biaya yang dikeluarkan dalam rangka memasarkan dan mempromosikan suatu produk.
  • Biaya keuangan => Biaya yang berhubungan dengan perolehan dana untuk operasi perusahaan, misalnya biaya bunga.

Biaya Jangka Pendek dan Panjang

Dalam jangka waktunya biaya perusahaan juga dapat dibagi menjadi dua yaitu biaya produksi jangka pendek dan jangka panjang.

Biaya Produksi Jangka Pendek

Biaya produksi jangka pendek adalah jangka waktu dimana perusahaan telah dapat menambah faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Biaya produksi ini juga dibagi menjadi dua, berdasarkan tujuan dan volume kegiatannya.

Biaya Jangka Pendek yang Sesuai dengan tujuan pembiayaannya

Sesuai tujuan pembiayaannya, biaya jangka pendek dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Direct Cost (Biaya langsung)

Biaya-biaya yang dapat diidentifikasi secara langsung pada suatu proses produksi tertentu ataupun output tertentu. Contohnya ketika memproduksi tas, pastinya anda membeli bahan, membayar upah pegawai hingga biaya overheadnya (biaya yang tidak bisa dimasukan ke bahan baku dan upah tenaga kerja).

2. Indirect Cost (Biaya tidak langsung)

Biaya-biaya yang tidak dapat diidentifikasi secara langsung pada suatu proses produksi tertentu atau output tertentu. Contohnya biaya penerangan lampu ketika membuat tas, itu sama sekali tidak bisa diidentifikasi sebagai biaya langsung (yang terlihat) untuk memproduksi tas.

Biaya Jangka Pendek yang Sesuai dengan Volume Kegiatan

Sesuai volume kegiatan produksi berarti berdasarkan sedikit dan banyaknya barang yang diproduksi. Jika pada tujuan pembiayaan untuk apa, maka pada volume kegiatan menyangkut seberapa banyak yang akan diproduksi. Biaya jangka pendek yang sesuai dengan volume kegiatannya terdiri dari :

1. Fixed Cost / FC (Biaya total tetap)

Biaya yang tetap harus dikeluarkan meskipun perusahaan tidak berproduksi. Biaya tetap merupakan biaya setiap unit waktu untuk pembelian input tetap. Contohnya: gaji pegawai, biaya pembuatan gedung, pembelian mesin-mesin, sewa tanah dan lain-lain.

Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

Dikarenakan Biaya total adalah penjumlahan biaya tetap dan variabel (TC = FC + VC), maka biaya tetap dapat dihitung dari biaya total dikurangi biaya variabel (FC = TC – VC).

Keterangan:

TC = Biaya Total (Total Cost)

FC = Biaya Tetap (Fixed Cost)

VC = Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya tetap (FC) adalah biaya yang besarnya tidak berubah meskipun jumlah produksi (Q) berubah. Jumlah produksi yang mengalami kenaikan atau penurunan, tidak berpengaruh, karena jumlah biaya (P) yang dikeluarkan adalah tetap.

2. Variable Cost / VC (Biaya Variabel)

Biaya yang dikeluarkan dan jumlahnya sangat tergantung jumlah barang yang diproduksi. Semakin banyak barang yang diproduksi biaya variabelnya semakin besar, begitu juga sebaliknya. Untuk mengetahui biaya variabel dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

VC = TC – FC

Biaya variabel (VC) adalah biaya yang besarnya berubah searah dengan berubahnya jumlah produksi. Jika disajikan dalam bentuk kurva, maka variable cost ini akan menanjak ke kanan atas.

3. Total Cost / TC (Biaya Total)

Biaya total mudah saja anda kenali, jika sudah mengetahui kedua jenis biaya sebelumnya. Biaya ini  merupakan jumlah keseluruhan biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel.

Biaya total dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

TC = FC + VC

Setidaknya bisa anda perhatikan bahwa biaya variabel merupakan unsur biaya total karena biaya total memiliki sifat yang juga dimiliki oleh biaya variabel. Semakin besar biaya variabel maka akan berpengaruh terhadap besarnya biaya total.

Biaya Total (TC) adalah penjumlahan biaya tetap dan biaya variabel. Kurva TC memiliki bentuk yang persis sama dengan bentuk kurva Biaya Variabel (VC), serta antara keduanya terpisah oleh suatu jarak vertikal yang selalu sama, biaya tetap (fixed cost).

4. Average Fixed Cost (Biaya Tetap Rata-rata)

Biaya tetap rata-rata diperlukan untuk mengetahui alokasinya pada setiap produk. Hal ini mudah saja tinggal membagikan jumlah biaya tetap keseluruan dengan banyaknya barang yang diproduksi. Dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

AFC =  FC / Q

Keterangan:

FC (TFC) = Biaya Tetap Total.

Q   = Kuantitas / jumlah produk.

5. Average Variable Cost / AVC (Biaya Variabel Rata-Rata)

Mirip dengan biaya tetap rata-rata, biaya variabel rata-rata adalah biaya variable satuan per unit produksi.

Rumus perhitungannya:

AVC = VC/Q

keterangan:

VC = Biaya Variabel Total

Q   = Kuantitas.

6. Average Cost / AC (Biaya Total Rata-Rata)

Average Cost adalah biaya total rata-rata yang dapat dihitung dari Total Cost dibagi banyaknya jumlah barang tertentu (Q). Nilainya dihitung menggunakan rumus di bawah ini:

AC = TC /Q  atau  (VC+FC)/Q

AC = AVC + AFC

Keterangannya:

AC = Biaya Total rata-rata

AVC = Biaya variabel rata-rata

AFC = Biaya tetap rata-rata.

Biaya Produksi Jangka Panjang

Dalam produksi jangka panjang semua input diperlakukan sebagai input variabel. Jadi, tidak ada input tetap. Maka dalam konsep biaya jangka panjang semua biaya dianggap sebagai biaya variabel (variabel cost). Dalam jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua faktor-faktor produksi yang akan digunakan oleh perusahaan.

Yang dimaksud Jangka panjang disini, yaitu jangka waktu di mana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan, yaitu jumlah daripada faktor-faktor produksi yang digunakan oleh perusahaan dapat ditambah apabila memang dibutuhkan. Faktor-faktor produksi jangka panjang tersebut diantaranya faktor pasar, faktor bahan mentah, faktor fasilitas angkutan, dan faktor tenaga kerja. Karena hal itulah biaya yang relevan dalam jangka panjang adalah biaya total,biaya variabel,biaya rata-rata,dan biaya marginal.

1. Biaya total (jangka panjang)

Jangka panjang dalam konteks ini tidak terkait dengan waktu. Maksudnya jangka panjang yang dikemukakan para ekonom menandai suatu proses produksi dimana sumber daya yang digunakan tidak ada lagi yang bersifat tetap. Semua sumber daya yang digunakan dalam proses produksi bersifat variable atau jumlahnya dapat berubahubah. Produksi dalam jangka panjang memungkinkan perusahaan untuk mengubah skala produksi (tingkat produksi) dengan cara merubahnya, baik menambah maupun mengurangi jumlah sumberdaya. Hal ini tentu akan berdampak pada biaya yang ditimbulkan.

Dalam jangka panjang hanya dikenal biaya total rata-rata (ATC) adalah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi seluruh output dan semuanya bersifat variabel.Biaya total sama dengan perubahan biaya variabel.di tulis dengan rumus:

LTC = LVC

Keteangannya: 

LTC = Biaya total Jangka Panjang (Long Run Total Cost)

LVC = Biaya Variabel Jangka Panjang (Long Run Variable Cost)

2. Biaya Marjinal

Biaya marjinal adalah tambahan biaya karena menambah produksi sebanyak satu unit. Perubahan biaya total adalah sama dengan perubahan biaya variabel.Maka rumusnya adalah :

LMC =∆LTC / ∆Q

Keterangannya:

LMC = Biaya Marjinal Jangka Panjang (Long Run Marginal Cost)

∆LTC = Perubahan Biaya Total Jangka Panjang

∆Q    = Perubahan Output

3. Biaya Rata – Rata

Biaya rata-rata disini adalah Biaya total di bagi jumlah output. Dapat dihitung menggunakan rumus :

LAC = LTC / Q

Keterangannya:

LAC = Biaya Rata – Rata Jangka Panjang (Long Run Average Cost)

Q    = Jumlah output

Hukum Permintaan dan Penawaran Serta Keseimbangannya Pada Teori Ekonomi Mikro

hukum permintaan dan penawaran

Pada ekonomi mikro, keduanya, baik itu permintaan oleh konsumen (rumah tangga konsumsi) maupun penawaran oleh puhak produsen akan suatu barang dipengaruhi oleh harga. Keuntungan bagi konsumen adalah jika harga suatu barang semakin rendah maka berdampak pada pengeluaran mereka yang rendah, tentu saja menurut mereka berhemat. Sebaliknya, pada penawaran setiap perusahaan menginginkan keuntungan sebesar-besarnya untuk kemakmuran mereka.

Hukum Permintaan (Demand)

“Jika harga mengalami kenaikan (P) maka jumlah barang atau produk yang diminta (Q) akan mengalami penurunan, dan sebaliknya,  jika harga mengalami penurunan maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan”. Dalam Hukum Permintaan jumlah barang atau produk yang diminta akan berbanding terbalik dengat tingkat dari harga barang atau produk. Kenaikan harga barang akan mengakibatkan berkurangnya jumlah barang yang diminta.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah sebagai berikut:

  1. Harga barang itu sendiri => Jika harga suatu barang semakin murah, maka permintaan terhadap barang itu bertambah.
  2. Harga barang lain yang terkait => Berpengaruh apabila terdapat 2 barang yang saling terkait yang keterkaitannya dapat bersifat subtitusi (pengganti) dan bersifat komplemen (pelengkap). Klik disini untuk mempelajari barang substitusi dan komplementer.
  3. Tingkat pendapatan perkapita (besarnya pendapatan rata pada suatu negara) => Dapat mencerminkan daya beli. Makin tinggi tingkat pendapatan berakibat pada daya beli makin kuat, sehingga permintaan terhadap suatu barang meningkat.
  4. Selera atau kebiasaan => Tinggi rendahnya suatu permintaan ditentukan oleh selera atau kebiasaan dari pola hidup suatu masyarakat.
  5. Jumlah penduduk => Semakin banyak jumlah penduduk yang mempunyai selera atau kebiasaan akan kebutuhan barang tertentu, maka semakin besar permintaan terhadap barang tersebut.
  6. Perkiraan harga di masa mendatang => Jika diperkirakan bahwa harga suatu barang akan naik (padahal bisa terjadi bisa juga tidak), cenderung mendorong masyarakat untuk membeli lebih banyak saat ini agat menghemat belanja di masa depan.
  7. Distribusi pendapatan => Tingkat pendapatan perkapita bisa memberikan kesimpulan yang salah bila distribusi pendapatan buruk. Jika distribusi pendapatan buruk, berarti daya beli secara umum melemah, sehingga permintaan terhadap suatu barang menurun.
  8. Usaha-usaha produsen meningkatkan penjualan => Bujukan para penjual untuk membeli barang besar sekali peranannya dalam mempengaruhi masyarakat. Usaha-usaha promosi kepada pembeli sering mendorong orang untuk membeli banyak daripada biasanya. Klik disini untuk mempelajari jenis serta bauran promosi.

Hukum Penawaran (Supply)

Kebalikan dari hukum permintaan, hukum penawaran ditentukan sebagai beriktu. ” Jika harga tingkat mengalami kenaikan (P) maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik (Q), dan sebaliknya, apabila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun”. Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat dari harga,

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran adalah sebagai berikut:

  1. Harga barang itu sendiri => Jika harga suatu barang naik, maka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang dihasilkan. Hal ini kembali lagi pada hokum penawaran.
  2. Harga barang lain yang terkait => Apabila harga barang subtitusi naik, maka penawaran suatu barang akan bertambah, dan sebaliknya. Sedangkan untuk barang complement, dapat dinyatakan bahwa apabila harga barang komplemen naik, maka penawaran suatu barang berkurang, atau sebaliknya.
  3. Harga faktor produksi => Kenaikan harga faktor produksi akan menyebabkan perusahaan memproduksi outputnya lebih sedikit dengan jumlah anggaran yang tetap yang nantinya akan mengurangi laba perusahaan sehingga produsen akan pindah ke industry lain dan akan mengakibatkan berkurangnya penwaran barang.
  4. Biaya produksi => Kenaikan harga input juga mempengaruhi biaya produksi. Bila biaya produksi meningkat, maka produsen akan menbgurangi hasil produksinya, berarti penawaran barang berkurang.
  5. Teknologi produksi => Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi, dan menciptakan barang-barang baru sehingga menyebabkan kenaikan dalam penawaran barang.
  6. Jumlah pedagang atau penjual => Apabila jumlah penjual suatu produk tertentu semakin banyak, maka penawaran barang tersebut akan bertambah.
  7. Tujuan perusahaan => Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan laba buka hasil produksinya. Akibatnya tiap produsen tidak berusaha untuk memanfaatkan kapasitas produksinya secara malksimum, tetapi akan menggunakannya pada tingkat produksi yang akan memberikan keuntungan maksimum.
  8. Kebijakan pemerintah => Kebijakan pemerintah untuk mengurangi komoditas impor menyebabkan supply dan keperluan akan kebutuhan tersebut dipenuhi sendiri sehingga dapat meningktakan penawaran.

Keseimbangan Pasar (Ekuilibrium)

Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.

Harga keseimbanga juga bissa diartikan harga dimana baik konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi atau dijual. Permintaan sama dengan penawaran. Jika harga dibawah harga keseimbangan, terjadi kelebihan permintaan. Sebab permintaan akan meningkat, dan penawaran menjadi berkurang. Sebaliknya jika harga melebihi harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran. Jumlah penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun.

Elastisitas Permintaan dan Penawaran Barang

teori elastisitas ekonomi

Berbicara tentang elastisitas dapat anda bayangkan sesuatu yang elastis, mungkin seperti tali yang terbuat dari karet (sangat elastis). Pada ekonomi mikro elastisitas ini masih berkaitan dengan teori sebelumnya (hukum permintaan dan penawaran). Intinya adalah harga, sejauh mana perubahan harga dapat mempengaruhi permintaan juga penawaran. Jika harga yang berubah sangat mempengaruhi permintaan dan penawaran maka dikatakan sangat elastis. Sebaliknya jika harga naik atau turun berapapun tapi tidak mempengaruhi jumlah perminaannya maka tidak bisa dikatakan elastis.

Permintaan Barang yang Tidak Elastis

contoh permintaan yang tidak elastisPada gambar diatas digambarkan bahwa harga susu yang naik tidak mempengaruhi permintaannya. Contoh lainnya beras dan pulsa handphone bersifat sangat kaku (tidak elastis), kenaikan dan penurunan harga seperti apapun tidak akan berpengaruh terhadap permintaannya. Memangnya jika harga beras (sebagai makanan pokok) naik masyarakat secara umum tidak mungkin berhenti mengkonsumsi beras, begitu juga dengan pulsa (jikapun ada penurunan permintaan pada suatu provider disebebkan oleh kalah menangnya persaingan, bukan dari permintaan secara keseluruhan).

Permintaan Barang yang Elastis

contoh permintaan yang elastis

Pada gambar dapat anda lihat permintaan pada minuman cola dimana pembeli cenderung membelinya dengan jumlah yang banyak jika harga turun, sebaliknya sama sekali tidak membelinya ketika harga naik. Kemudian untuk contoh lain permintaan elastis saya ambil contoh sepeda motor, akan banjir permintaannya jika harga turun, juga sebaliknya.

Semakin masyarakat memiliki ketrgantungan terhadap suatu barang maka sifat permintaannya tidak elastis. Jika masyarakat tidak terlalu tergantung pada barang tertentu maka sifatnya akan elastis. Oleh sebab itu jika suatu barang termasuk kebutuhan primer maka cenderung tidak elastis.

Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan adalah angka yang mengukur perubahan relatif dalam jumlah unit barang yang dibeli sebagai akibat perubahan salah satu faktor yang memengaruhinya (cateris paribus). Elastisitas permintaan sendiri terdiri dari elastisitas harga, elastisitas pendapatan, dan elastisitas silang. Berbagai  macam barang berbeda elastisitasnya di pengaruhi oleh faktor-faktor yang meliputi banyaknya barang substitusi, pendapatan yang di belanjakan, maupun jangka analisis.

Dalam menaksir elastisitas permintaan ada beberapa manfaat yang di dapat oleh perusahaan dan pemerintah. Bagi perusahaan manfaat menaksir elastisitas permintaan yaitu  dapat menjadi landasan dalam menyusun kebijakan penjualanya. Bagi pemerintah mendapat manfaat dapat menjadikan alat untuk meramalkan kesuksesan dari kebijakan ekonomi yang dilaksanakan.

Elastisitas Penawaran

Elastisitas penawaran adalah angka yang menunjukkan berapa persen jumlah barang yang ditawarkan berubah.  Sama halnya dengan elastisitas permintaan, elastisitas penawaran juga mempunyai faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya seperti jenis produk, perubahan biaya produksi, dan jangka waktu analisis.

Pengertian Pasar dan Jenisnya Pada Ekonomi Mikro

pengertian dan jenis pasar ekonomi mikro

Semua orang termasuk anda pastinya mengenal apa yang dinamakan pasar, tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan aktifitas jual beli pertukaran barang dengan uang. Sedangkan pengertian pasar menurut ilmu ekonomi mikro adalah suatu pertemuan antara orang yang menjual dan orang yang membeli suatu barang dan jasa tertentu dengan harga tertentu.

Fungsi dari Pasar

Disana (pasar) adalah tempat dimana penjual dan pembeli bertemu untuk melakukan pertukaran barang, jaman dahulu mungkin sistem barter sedangkan saat ini menggunakan suatu alat yang dinamakan uang. Agar lebih paham mengenai pasar ini maka saya sebutkan fungsi-fungsinya.

  • Fungsi Distribusi Pasar => Pasar sebagai alat distribusi berfungsi mendekatkan jarak anatara konsumen dan produsen dalam melakukan transaksi. Contohnya, jika anda ingin membeli sepatu, tidak perlu pergi ke pabrik sepatu cukup pergi ke toko sepatu terdekat saja.
  • Pasar sebagai pembentuk harga => Pasar merupakan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli. Di pasar tersebut penjual menawarkan barang-barang atau jasa kepada pembeli. Pembeli yang membutuhkan barang atau jasa kepada pembeli. Pembeli yang membutuhkan barang atau jasa akan berusaha menawar harga dari barang atau jasa tersebut, sehingga terjadilah tawar-menawar antara kedua belah pihak. Setelah terjadi kesepakatan, terbentuklah harga. Dengan demikian, pasar berfungsi sebagai pembentuk harga. Jika belum paham, baca lagi hukum permintaan dan penawaran diatas.
  • Pasar sebagai sarana promosi => Pasar sebagai sarana promosi artinya pasar menjadi tempat memperkenalkan dan menginformasikan suatu barang / jasa tentang manfaat, keunggulan dan keunikannya pada konsumen.

Syarat-syarat terjadinya pasar

Coba anda renungkan sejenak mengenai ini. Pasar itu tidak selalu berbentuk fisik, sebagai contoh dijaman serba online dimana tingkat ketergantungan masyarakat pada internet sanggat tinggi maka dikenal dengan pasar virtual, pasar online atau apalah itu. Jadi pasar tidak tergantung hanya pada sarana fisik saja, mediapun bisa dijadikan pasar. Adapun syarat-syarat terjadinya pasar jika memenuhi syarat:

  • Adanya penjual.
  • Adanya pembeli.
  • Adanya barang (produk) atau jasa yang diperjualbelikan.
  • Adanya interaksi antara penjual dan pembeli.
  • Adanya media atau tempat untuk interaksi antafra penjual dan pembeli.

Baca disini tentang kemiripan bisnis online dan offline

Bentuk dan Jenis Pasar

Pasar itu bermacam-macam jenisnya ada pasar tradisional, pasar modern, pasar malam dan pasar minggu. Tapi bukan itu yang membedakan antara satu jenis pasar dan yang lainnya.

  1. Bentuk pasar menurut sifat barang dan penyerahannya.
    • Pasar Konkret (Nyata) => Pasar ini merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli secara langsung. Dalam pasar nyata terdapat penjual, pembeli dan barang yang diperjualbelikan dalam suatu tempat. Contohnya : Pasar Induk, Pasar Inpres, Pasr Swalayan, Pasar Ikan, dan Pasar Buah. 
    • Pasar Abstrak => Tempat transaksi atau jual beli barang, jasa, dan bahkan informasi yang tidak dapat dilihat secara langsung, bersifat tidak nyata atau abstrak. Pasar abstrak ini merupakan dampak atau imbas dari perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. ontohnya : Pasar Modal/Bursa Efek, Kaskus, Berniaga.com, TokoBagus.com, dan Transaksi di Internet lainnya yang melalui media Paypal atau E-Gold. 
  2. Bentuk pasar menurut luas wilayah cakupan kegiatannya.
    • Pasar Setempat => Pasar yang hanya digunakan oleh anggota masyarakat yang meliputi suatu daerah kecil (tertentu) tertentu.
    • Pasar Daerah => Pasar yang meliputi daerah tertentu, misalnya pasar-pasar di kota kabupaten.
    • Pasar Nasional => Merupakan pasar yang meliputi suatu wilayah negara tertentu.
    • Pasar Internasional => Pasar yang memperdagangkan barang-barang yang penjual dan pembelinya meliputi seluruh dunia.
  3.  Bentuk pasar menurut organisasinya.
    • Pasar persaingan sempurna => Pasar yang terdapat banyak penjual dan pembeli, sehingga harga tidak bisa dintentukan oleh masing-masing penjual / pembeli (terbentuk dengan sendirinya). Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
      • Jumlah penjual dan pembeli banyak
      • Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
      • Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
      • Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
      • Posisi tawar konsumen kuat
      • Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
      • Sensitif terhadap perubahan harga
      • Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar
    • Pasar persaingan tidak sempurna => jumlah pembeli lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penjualnya, sehingga pasar dikuasai oleh satu atau beberapa penjual saja. Pasar persaingan tidak sempurna dibedakan menjadi :
      1. Pasar Oligopoli => Suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar oligopoli :
        • Harga produk yang dijual relatif sama.
        • Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses.
        • Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar.
        • Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain.
      2. Pasar Monopoli => Terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti perusahaan listrik negara (PLN), perusahaan kereta api (PT.KAI), dan lain sebagainya. Sifat-sifat pasar monopoli :
        • Hanya terdapat satu penjual atau produsen.
        • Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli.
        • Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang.
          banyak.
        • Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh.
          sumber daya yang sulit didapat.
        • Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan.
        • Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses.
        • Monopoli adalah sesuatu yang dilarang di Republik Indonesia yang diperkuat dengan
          undang-undang anti monopoli.
      3. Persaingan Monopsoni => Kebalikan dari monopoli, yaitu di mana hanya terdapat satu pembeli
        saja yang membeli produk yang dihasilkan.
  4. Bentuk pasar menurut waktu penyelenggaraannya
    • Pasar Harian => pasar yang buka dan kegiatannya berlangsung setiap hari.
    • Pasar Mingguan => pasar yang berlangsung seminggu / sepekan sekali.
    • Pasar Bulanan => pasar yang berlangsung sebulan sekali.
    • Pasar Tahunan => pasar yang berlangsung setahun sekali. Pasar ini biasanya bersifat nasional bahkan internasional.
  5. menurut jenis barang yang diperjualbelikan
    • Pasar Barang Konsumsi => empat untuk memperjualbelikan barang-barang konsumsi. Contohnya : barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti makanan pokok, sayur mayur, dll.
    • Pasar Barang Produksi => Tempat untuk memperdagangkan faktor-faktor produksi. Contohnya : mesin-mesin produksi, alat pertanian dan alat transportasi.

Industri Dalam Pandangan Ekonomi Mikro

pengertian industri ekonomi mikro

Ekonomi Industri adalah cabang dari ekonomi mikro yang mempelajari keterkaitan antara struktur industri, perilaku industri dan kinerja industri. Sedangkan Industri (mikro) sendiri merupakan kumpulan perusahaan yg menghasilkan barang homogen, atau brg yg mempunyai sifat saling mengganti yang sangat erat.

Manfaat Ekonomi Industri

Ekonomi industri juga memberikan wawasan ke dalam bagaimana perusahaan mengatur kegiatan mereka, serta mempertimbangkan motivasi mereka. Dalam banyak program mikro maksimalisasi keuntungan diambil seperti yang diberikan, tetapi banyak program ekonomi industri memeriksa tujuan alternatif, seperti mencoba untuk meningkatkan pangsa pasar. Ketika menganalisis pengambilan keputusan di tingkat perusahaan individu dan industri, Ekonomi Industri membantu anda memahami masalah-masalah seperti: 

  • Tingkat di mana kapasitas, output dan harga ditetapkan.
  • Sejauh produk dibedakan dari satu sama lain. 
  • Berapa banyak perusahaan berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan (R & D).
  • Bagaimana dan mengapa perusahaan beriklan.

Alasan Mempelajari Ekonomi Industri

Salah satu masalah utama di bidang ekonomi industri menilai apakah pasar kompetitif. Pasar kompetitif biasanya baik bagi konsumen (meskipun mereka mungkin tidak selalu layak) sehingga program ekonomi industri meliputi analisis bagaimana mengukur tingkat persaingan di pasar. Kemudian mempertimbangkan apakah peraturan yang diperlukan, dan jika demikian bentuk itu harus mengambil. Ada lagi dimensi internasional ini, sebagai perusahaan yang beroperasi di lebih dari satu negara akan menghadapi rezim peraturan yang berbeda. Ada beberapa alasan penting mengapa ekonomi industri (umumnya adalah organisasi industri) semakin penting untuk dipelajari baik di negara maju maupun di negara sedang berkembang, dikarenakan :

  • Praktek-praktek struktur pasar yang semakin terkonsentrasi dalam kegiatan bisnis dan telah dikenal sejak lama.
  • Semakin tinggi konsentrasi industri cenderung mengurangi persaingan antara perusahaan yang kemudian membawa prilaku yang kurang effisien  melalui pembatasan masuk pasar).
  • Konsentrasi industri yang tinggi membawa konsentrasi kekayaan yang melemahkan usaha-usaha pemerataan baik dilihat dari pemerataan pendapatan, kesempatan kerja maupun kesempatan berusaha.
  • Kaitan struktur industri dengan penyelesaian masalah ekonomi membawa lebih jauh intervensi pemerintah.
  • Kajian tentang struktur pasar, prilaku dan kinerja industri tidak terlepas dari masalah apa yang diproduksi, bagaimana, dan untuk siapa barang tersebut di produksi.

Teori Produksi Pada Ekonomi Mikro

teori produksi ekonomi mikro

Secara umum, produksi dapat diartikan sebagai kegiatan optimalisasi dari faktor-faktor produksi seperti, tenaga kerja, modal, dan lain-lainnya oleh perusahaan untuk menghasilkan produk berupa barang-barang dan jasa-jasa. Secara teknis, kegiatan produksi dilakukan dengan mengombinasikan beberapa input untuk menghasilkan sejumlah output. Dalam pengertian ekonomi, produksi didefinisikan sebagai usaha manusia untuk menciptakan atau menambah daya atau nilai guna dari suatu barang atau benda untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Contoh produksi adalah menanam padi, menggiling padi, mengangkut beras, memperdagangkan beras, dan menjual nasi dan makanan. Contoh lainnya adalah produksi pembuatan benang, produksi pembuatan kain, produksi pembuatan baju, memperdagangkan baju, produksi pembuatan kendaraan bermotor, dan produksi pembuatan komputer dan sebagainya.

Hubungan Faktor Produksi dengan Tujuannya

Teori produksi adalah teori yang menerangkan sifat hubungan antara tingkat produksi yang akan dicapai dengan jumlah faktor-faktor produksi yang digunakan. Konsep utama yang dikenal dalam teori ini adalah memproduksi output semakismal mungkin dengan input tertentu, serta memproduksi sejumlah output tertentu dengan biaya produksi seminimal mungkin. Hal ini berkaitan dengan ilmu manajemen yang bisa anda pelajari disini.

Teori Harga Pada Ekonomi Mikro

teori harga ekonomi mikro

Teori harga pada ekonomi mikro sebenarnya sangat erat hubungannya dengan hukum permintaan dan penawaran seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya diatas. Harga terjadi dikarenakan adanya titik temu antara permintaan dan penawaran. Selain itu pada ilmu ekonomi peran harga ini sangat penting sebagai penentu nilai dari sebuah barang atau komoditas.

Penentuan Harga

Harga sesuatu barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan ditentukan oleh permintaan dan penawaran barang tersebut. Oleh karena itu, untuk menganalisis mekanisme penentuan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan, secara serentak perlulah dianalisis permintaan dan penawaran terhadap suatu barang tertentu yang wujud di pasar. Keadaan di suatu pasar dikatakan dalam keseimbanga atau ekuilibrium apabila jumlah yang ditawarkan para penjual pada suatau barang tertentu adalah sama dengan jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut. Dengan demikian harga suatu barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan dapat ditentukan dengan melihat keadaan keseimbangan dalam suatu pasar.

Harga dan Permintaan

Dalam hukum permintaan dijelaskan sifat hubungan antara permintaan suatu barang dengan tingkat harganya. Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan: makin rendah harga suatu barang maka makin banyak permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya, makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut.

Mengapa bisa seperti itu? Alasan pertama, karena kenaikan harga menyebabkan para pembeli mencari barang lain yang dapat digunakan sebagai pengganti barang yang mengalami kenaikan harga tersebut. Sebaliknya, apabila harga turun maka orang mengurangi pembelian terhadap barang lain yang sama jenisnya dan menambah pembelian terhadap barang yang mengalami penurunan harga. Alasan kedua, kenaikan harga menyebabkan pendapatan riil para pembeli berkurang. Pendapatan yang merosot tersebut memaksa para pembeli untuk mengurangi pembeliannya terhadap berbagai jenis barang dan terutama barang yang mengalami kenaikan harga.

Harga dan Penawaran

Dalam hukum penawaran dinyatakan bahwa makin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.


Web Design | SEO | Digital Marketing
Jl Dieng IV no 27 cimahi selatan, kota Cimahi 40534
(022)54418169 – 08893612887 (WA) – D6476796 (BBM)

info@thidiweb.com.



0
  Artikel Terkait
  • Beranda
  • Tentang kami
  • Harga Website
  • Harga SEO
  • FAQ
  • Portofolio Website
  • Kontak kami
  • Ilmu pemasaran