Blog

Cara Mengatur Heartbeat API WordPress Penyebab Website Terasa Berat

Posted by:

Masalah beban server yang terlalu tinggi bisa diakibatkan oleh berbagai macam penyebab, bisa itu virus, deface, malware, terlalu banyak plugin, penggunaan tema yang berat dan sebagainya. Untuk situs web framework wordpress umumnya diakibatkan oleh heartbeat API yang merupakan bundling dari wordpress itu sendiri. Oleh karena itu memang diperlukan adanya heartbeat control (pengendalian heartbeat) dengan tujuan penyesuaian terhadap kapasitas server yang anda sewa.

Sebagian dari anda mungkin pernah mengalami menerima email peringatan dari perusahaan hosting dimana data website anda disimpan. Pemberitahuan bahwa pemakaian CPU melebihi batas untuk paket yang anda ambil (pada shared hosting), sehingga mengganggu kinerja website lainnya yang tersimpan pada server yang sama, intinya mengganggu yang lainnya. Jika anda abaikan kemungkinan terburuk layanan hosting untuk website anda diberhentikan secara sepihak (biasanya tercantum pada TOS / syarat dan ketentuan layanan).

Semua penyebab yang disebutkan diatas sangat sulit untuk anda kendalikan, dan tidak umum terjadi pada setiap website. Namun anda bisa mengontrol heartbeat API wordpress yang merupakan salah satu penyebab beban server yang tinggi, kemudian heartbeat ini terdapat pada setiap website berbasis wordpress.

Apa Sebenarnya Yang Dimaksud Dengan Heartbeat API?

pengertian heartbeat api wordpress

Nah, coba simak baik-baik. WordPress heartbeat adalah layanan API (Application Programming Interface) yang mulai diperkenalkan (dimulai) dari wordpress versi 3.6. Sesuai namanya jika diartikan “detak jantung”, berarti mengirimkan update komunikasi secara terus menerus seperti layaknya aliran darah. Dengan demikian komunikasi antara browser dengan server terjadi secara real time menggunakan panggilan ajax.

Bagaimana Cara Kerja Heartbeat API?

Pada dasarnya heartbeat API digunakan untuk melakukan tugas rutin untuk memberikan informasi real-time dan sinkronisasi data pada server dan dashboard wordpress (wp-admin) secara instan. Kemudian saya jelaskan beberapa contoh dari proses heartbeat wordpress sebagai berikut :

  • Autosave dan revisi secara berkala saat anda membuat atau mengedit posting di editor.
  • Data penjualan (real-time) dari plugin e-commerce (misalnya woocommerce).
  • Menampilkan notifikasi pada dashboard wordpress, misalnya pembaharuan tema, plugin dan promo pengembang.
  • Pemberitahuan posting sedang di edit oleh penulis lainnya. Jika suatu website memiliki banyak penulis (multi-author) maka setiap penulis akan mengetahui suatu konten sedang dalam proses pengerjaan.

Sepertinya keberadaan dari hearthbeat API sangat menguntungkan, kemudian dimana letak permasalahanny sehingga mengganggu beban dari server?

Bagaimana Dengan Kemampuan Server yang Anda Sewa?

Kemampuan server hosting yang anda sewa merupakan jawaban mengapa anda harus berfikir dua kali untuk menggunakan heartbeat API. Anda tidak harus benar-benar menonaktifkannya, bisa juga hanya mengurangi frekuensinya saja.

Lebih jelasnya, “/wp-admin/admin-ajax.php” bisa mengirim sejumlah besar permintaan ke server hosting dan menghasilkan penggunaan sumber daya CPU yang tinggi (semakin banyak plugin maka semakin banyak permintaannya). Karena sumber daya server terbatas terutama shared hosting, hal ini dapat menyebabkan website anda terkena banned dari perusahaan server hosting.

Cara Melakukan Heartbeat Control Secara Manual dan Menggunakan Plugin

heartbeat control menggunakan plugin dan manual

Untuk melakukan pengaturan heartbeat api bisa menggunakan dua cara, yaitu cara manual dengan menuliskan “code” pada function.php dan menggunakan plugin heartbeat control.

Cara Manual Melakukan Heartbeat Control

Cara manual bisa anda lakukan jika tidak ingin menambah plugin pada situs wordpress anda, namun hal ini memiliki kekurangan yaitu “code” akan hilang jika anda lakukan pembaharuan tema, kecuali anda bisa mengakalinya, misalnya dengan membuat child theme. Untuk mengakses function.php anda harus mengakses cpanel terlebih dahulu (bisa saja melakukannya langsung pada appereance >>> editor, tapi tidak disarankan karena sering terjadi fatal error jika memasukan script menggunakan fitur editor pada wordpress). Setelah menemukan file function.php silahkan masukan code berikut pada bagian paling bawah.

add_action( ‘init’, ‘stop_heartbeat’, 1 );
function stop_heartbeat() {
wp_deregister_script(‘heartbeat’);
}

Dengan mematikan heartbeat API akan mentiadakan semua kemudahannya. Contohnya jika laptop anda tiba-tiba mati ketika sedang membuat posting, maka anda harus membuatnya dari awal, maka dari itu sering-sering lah melakukan “save”.

Melakukan Heartbeat Control Menggunakan Plugin

Melakukan heartbeat control menggunakan plugin merupakan yang paling mudah juga efisien. Anda tidak usah khawatir pengaturan akan hilang jika anda melakukan update tema. Untuk maslaah performawebsite  anda juga tidak perlu berfikir karena plugin heartbeat control bukan plugin yang berat. Plugin heartbeat control bisa anda dapatkan secara gratis disini. Cara menggunakannya adalah sebagai berikut :

  • Setelah anda memasangnya silahkan akses setting (pengaturan) >>> Heartbeat Control Setting pada halaman admin wordpress.
  • Jika anda memutuskan untuk mematikan heartbeat API maka bisa dilakukan sesuai gambar. Anda bisa mematikan semuanya atau hanya satu bagian saja dari wordpress dashboard, frontend dan post editor.mematikan heartbeat control dengan plugin
  • Pilihan ke dua anda bisa menyesuaikan frekuensinya. Mengurangi frekuensi dari heartbeat api akan mengurangi penggunaan sumber daya dari server. Perlu anda perhatikan disini mengurangi frekuensi bukan menambah berapa seringnya, namun berapa detik sekali heartbeat api dijalankan. Pada default 15 detik sekali, anda dapat mengaturnya hingga 300 detik sekali.mengatur frequensi heartbeat control dengan plugin

Lakukan Pengaturan Heartbeat API Sebijak Mungkin

melakukan konfigurasi heartbeat api dengan bijak

Melihat begitu bergunanya keberadaan heartbeat api pada situs anda, maka seharusnya anda bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Artinya anda tidak perlu mematikannya secara total jika server hosting tempat anda menyimpan data website cukup baik performa dan spesifikasinya. Namun jika server anda benar-benar tidak bisa diajak kompromi dengan heartbeat api wordpress maka jalan terbaik adalah dengan cara menghilangkannya. Kekuatan server berbeda-beda oleh karena itu bijaklah dalam memilih server untuk website anda.


Web Design | SEO | Digital Marketing
Jl Dieng IV no 27 cimahi selatan, kota Cimahi 40534
(022)54418169 – 08893612887 (WA) – D6476796 (BBM)

info@thidiweb.com.



0
  Artikel Terkait

Beri Komentar Anda ...

  • Beranda
  • Tentang kami
  • Harga Website
  • Harga SEO
  • FAQ
  • Portofolio Website
  • Kontak kami
  • website & toko online
  • Optimasi & SEO
  • Tutorial WordPress